Anda disini : TOP >> Tanggapan Komentar >> Tanggapan Nanang Masaudi
Tanggapan Nanang Masaudi

Ada yang menarik dari komentar Bpk. Nanang Masaudi di tulisan saya yang berjudul Inkonsistensi Logika Pernikahan Rasulullah & Khadijah vs Poligami. Komentarnya cukup singkat, yaitu, Bahagiakan dengan satu isteri!!! Titik! Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu, artinya kalau memang anda menginginkan hidup anda diisi dengan satu orang isteri itu adalah pilihan hidup anda dan saya tidak berhak mengatur berapa jumlah isteri yang anda butuhkan. Namun demikian menjadi tidak bijak jika pernyataan tersebut digeneralisasi bahwa seluruh pria akan seperti anda.

 

Saya tidak otomatis men-judge anda sebagai orang yang anti poligami karena komentar anda tersebut, karena bisa jadi anda adalah seorang penganut poligami yang saat ini amat mencintai isteri pertama anda. Sedemikian cintanya sehingga tidak berpikir untuk punya isteri lagi di masa yang akan datang. Saya bilang isteri pertama karena belum tentu anda tetap monogamer sampai akhir hayat. Di sisi lain, belum tentu pula saya yang punya situs poligami dan rajin bicara poligami akan menjadi poligamer, bahkan bisa jadi saya adalah monogamer hingga akhir hayat. Menurut saya hal tersebut termasuk dalam Qadha dan Qadar Allah SWT yang berbeda-beda tiap makhluq.

 

Sebelum kita berbicara lebih lanjut tentang komentar anda tersebut, saya akan menjelaskan sedikit tentang universalitas ajaran Islam, tidak dengan dalil yang berkepanjangan cukup dengan analogi tentang kebutuhan makan. Ada dua orang yaitu A dan B. Si A disamping karena badannya yang tinggi besar dan budaya makan dari keluarga dan lingkungan serta beban pekerjaan fisik yang berat harus makan 4 piring nasi berikut lauk pauk dalam satu kali makan. Si B yang berbadan kurus kering, menghabiskan waktunya di depan komputer dan ruang ber-AC cukup makan satu piring nasi berikut lauk pauk sekali makan. Alangkah tidak bijaknya jika si A yang memang harus makan 4 piring, kemudian dipaksakan hanya 1 piring. Demikian pula amat tidak pada tempatnya jika orang yang cukup makan 1 piring tapi dipaksakan 4 piring. Yang satu kurang bahkan bisa berakibat pada kualitas kinerjanya yang memburuk dan yang satunya lagi bisa muntah.

 

Pelajarannya adalah sebagai agama yang universal, Islam menyediakan berbagai macam pilihan cara menempuh hidup, karena adanya perbedaan kultur, ras, geografi dsb. Islam tidak mewajibkan seseorang menjadi ulama, namun kalau mau beramal harus tahu ilmunya. Dalam pernikahan pun demikian, jangankan untuk beristri lebih dari 1, menikah dengan wanita ahlul kitab pun tidak pernah dilarang, karena surat al Maidah ayat 5 belum pernah diamandemen oleh siapapun. Kalau anda merasa tidak sreg punya isteri ahlul kitab, itu hak anda. Tetapi ketidaksregan anda itu tidak boleh menghalangi orang lain yang mau punya isteri ahlul kitab, karena haknya dilindungi oleh syariat. Kalau nanti di akhirat diminta pertanggungjawaban oleh Allah itu juga urusan dia, yang jawab pertanyaan Allah SWT itu dia bukan anda. Nabi Nuh dan Luth pun memiliki isteri yang pembangkang namun karena mereka berdua telah memaksimalkan usaha mereka untuk dakwah pada pasangannya, tentu Allah SWT memiliki perhitungan sendiri.

 

Sekarang saya mau mengajak Pak Nanang untuk melihat dimensi lain dari pilihan hidup yang memiliki konsekuensi yang luar biasa, yaitu pilihan untuk memilih sakit atau sehat. Kalaupun benar pilihan untuk sakit adalah legal di dalam Islam,  apa ada orang yang mau sakit? Apa ini berarti Islam tidak pro pada pengobatan? Tidak juga. Sebaliknya banyak ilmuwan dan dokter terkenal yang berasal dari peradaban Islam. Saya mendapat pendapat yang rada nyeleneh ini ketika membaca buku tentang pengobatan Islam (saya lupa judulnya yang jelas ilmuwan masa kini bukan at Thibb an Nabiy karya Ibn Qayyim al Jauziyyah). Salah satu argumentasinya adalah :

 

  1. Nabi Ayyub as. tidak pernah berdoa minta sembuh atau berupaya untuk mencari pengobatan, padahal sakit beliau sudah teramat parah. Satu-satu doa yang dipanjatkan oleh beliau adalah Yaa Rabb sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. (QS. 21:83). Dalam buku as Shabr fii al Qur¡Çan karya Syaikh al Qaradhawi terdapat diriwayat yang menyebutkan Nabi Ayyub tidak berdoa pada Allah untuk mendapatkan kesembuhan karena merasa malu. Di mana selama 60 tahun mendapat nikmat dan baru 16 tahun diuji oleh penyakit.

 

  1. Diriwayatkan dari Atha¡Ç bin Abu Rabah ra. Dia berkata, Ibnu Abbas bertanya kepadaku, Maukah kamu jika aku perlihatkan seorang wanita yang menjadi calon penghuni surga? Aku menjawab, Sudah tentu. Ibnu Abbas berkata, Wanita berkulit hitam itulah, yang pernah datan kepada Nabi SAW seraya berkata, ¡ÉSesungguhnya aku diserang penyakit ayan dan aurat saya terbuka karena, oleh karena itu mohonkanlah agar penyakit saya sembuh. Nabi SAW bersabda, Jika sekiranya kamu mau sabar kamu akan mendapatkan surga. Sekiranya kamu mau sembuh, aku akan mendoakan kepada Allah semoga Dia berkenan menyembuhkan penyakitmu. Wanita itu berkata, Baiklah aku akan bersabar. Dia melanjutkan, Tetapi aurat saya terbuka karenanya, oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah agar aurat saya tidak terbuka. Maka akhirnya Nabi pun mendoakan untuknya agar auratnya tidak terbuka (HR. Al Bukhari dan Muslim, Riyaadush Shaalihin hadits no. 35). Syaikh Utsaimin dalam Syarah Riyadush Shalihin berkata, Dalam hadits ini terdapat dalil atas keutamaan sabar dan kesabaran merupakan sebab seseorang masuk ke dalam surga. Wallahu al-muwaffiq.

 

Saya melihat bahwa pilihan Nabi Ayyub untuk sakit dan seorang shahabiyah yang bahkan namanya tidak dikenal ini harus kita apresiasi. Mereka memilih jalan menuju Allah dengan sabar menahan sakit. Apa kemudian mereka lebih mulia dari Rasulullah SAW yang berobat ketika sakit? Menjawab pertanyaan ini saya jadi teringat peristiwa hijrah di mana Rasulullah SAW memilih untuk hijrah dengan cara sembunyi-sembunyi dan memakai strategi yang cukup shopisticated untuk berangkat ke Madinah, berbeda jauh dengan Umar bin Khatthab ra. Sebelum hijrah beliau lebih dahulu thawaf di Ka¡Çbah dengan menyandang berbagai peralatan perang dan kemudian secara terang-terangan menantang kafir Quraisy dengan ucapannya, Barang siapa yang mau anaknya jadi yatim, isteri jadi janda, ibunya kehilangan anak, silahkan ikuti saya. Apa Umar bin Khatthab lebih mulia dari nabi ketika bertindak begini dan mengkategorikan Rasulullah SAW sebagai pengecut dan tidak memiliki karamah? Isra¡Çmi¡Çraj bisa cuma semalam kenapa proses hijrah sampai hampir seminggu?

 

Jawabannya adalah Rasulullah SAW adalah contoh untuk semua orang, bukan contoh untuk orang seperti Umar saja, bukan contoh untuk orang sekelas Nabi Ayyub as. bukan pula contoh untuk orang yang mampu seperti wanita berkulit hitam penderita ayan tadi. Sekali lagi Nabi kita SAW adalah contoh untuk semua orang. Begitu pula ketika manusia hendak melihat bagaimana kehidupan pernikahan Rasulullah SAW. Mau melihat contoh monogami, telah dilakukan beliau selama 25 tahun baik dengan Khadijah binti Khuwailid ra. dan sebagian waktu dengan Saudah binti Zam¡Çah ra. Mau melihat bagaimana poligami yang baik telah dilakukan beliau selama 10 tahun. Kemanapun manusia ingin melihat, di situlah Rasulullah SAW memberikan teladan yang baik dan applicable.

 

Saudaraku yang dicintai Allah SWT, selama saya lihat blog anda, saya tercenung pada tulisan anda yang gagah, tentang Ghazwul Fikri (GF) dari A-Z. Saya salut untuk logika berkesinambungan yang anda jabarkan terkait dengan GF. Namun sadarkah saudaraku bahwa poligami yang merupakan syariat dari Allah SWT, yang dicontohkan secara riil oleh baginda Nabi SAW sekarang ini merupakan komoditi GF. Dan seperti dijelaskan pada tulisan anda bahwa korban GF ini adalah umat Islam yang makin jahil terhadap agamanya, makin jauh dari kitab dan makin berlainan dari Nabinya. Mungkin ada baiknya anda baca buku Muhammad Quthb yang berjudul Islam, The Misunderstood Religion, yang telah diterjemahkan oleh Pustaka Bandung dari tahun 80¡Çan. Di situ anda akan melihat demikian banyak point-point yang selama ini disalah mengerti umat Islam sendiri (apalagi orang non Islam). Di antaranya adalah poligami ini. Sesuai tulisan anda hal ini merupakan sumbangan dari tidak jelasnya pendidikan Islam. Anda bayangkan misalnya, riba yang sudah jelas haram saja masih harus dikawal oleh fatwa MUI, demikian pula rokok yang lebih banyak mudharatnya harus pula dikawal fatwa para ulama yang kita hormati itu. Saya melihat bahwa munculnya fatwa ini bukan karena hal-hal ini purely baru dikenal dalam zaman kita ini namun lebih pada hal-hal tersebut sudah teramat asing di telinga umat Islam. Nanti kita saksikan apakah MUI perlu mengeluarkan fatwa tentang wajib shalat 5 waktu, haramnya zina dsb.

 

Menurut saya, sebagai pengkaji GF seyogyanya (dan insya Allah sudah) anda merupakan salah satu pembela syariat Allah SWT yang sudah banyak tidak dimengerti oleh umat Islam sendiri. Apa anda tidak sedih ketika sebagian umat Islam melihat zina lebih ringan dibanding poligami? Bukan satu kebetulan bahwa Allah SWT menetapkan kasus Aa Gym berbarengan dengan kasus anggota DPR yang berzina itu. Intinya Allah SWT ingin memberi pelajaran pada kita, Which one do you want, which one do you choose?

 

Reference:

Syaikh Muhammad bin Utsaimiin, Syarah Riyadus Shalihin, Darul Falah, Cetakan Kedua, Jakarta, Mei 2006.


Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/65_1019_2008_06

Re: Tanggapan Nanang Masaudi
Oleh sha ( 23 Juni 2008 14:21:02 )
assalamualaikum,

cinta bs mbuat seorg perempuan setia pd satu lelaki, knp cinta tdk bs membuat lelaki bertahan dgn satu perempuan(diluar konteks yg lain). Yup Nabi SAW memberikan teladan yg baik bagi yg ingin bermonogami ataupun yg berpoligami.

Komentar

Judul
Nama Anda
Website



Masukkan kode verifikasi
Profile

Reza Muhammad lahir di Jakarta, 16 Juni 1975. Isteriku bernama Atikah, kami sudah memiliki dua orang Anak Muhammad dan Ibrahim. Saat ini bekerja sebagai Operation Manager di Bank Muamalat Indonesia Cabang Ternate - Maluku Utara. Saya hobi membaca yang dapat mengembangkan diri, keluarga dan umat. Sejak di Ternate Juli 2008 saya mengulangi hobi lama waktu SMP-SMA dulu, kolektor batu mulia (gemstone). Saya amat senang berolah raga terutama bela diri, membaca, menulis dan makan yang banyak dan enak. Saya bisa dihubungi di: oom_guanteng@yahoo.com
Kalender
5 <2008/06> 7
SunMonTueWedThuFriSat
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30      

Kategori

Artikel

Komentar

Trackback